Hasil Pertandingan Liga Champions | Rabu, 21 November 2012

AbahVsan | 04.45 | 0 comments
Group Stage – Group E
Group Stage – Group F
Group Stage – Group G
FULL-TIME
Benfica Celtic
Group Stage – Group H
FULL-TIME
CFR Cluj Braga

CATATAN AFF Suzuki Cup 2012: Sepakbola ASEAN Melangkah Maju

AbahVsan | 04.24 | 0 comments

AFF Suzuki Cup 2012 sudah dan harus menjadi representasi kemajuan sepakbola Asia Tenggara.

Indonesia dipusingkan kekacauan organisasi; Thailand kelimpungan mencari jadwal yang pas untuk menggelar pemusatan latihan di sela-sela akhir musim kompetisi; Vietnam sedang memikirkan format kompetisi baru yang profesional; Filipina menunggu kepastian komitmen pemain-pemain keturunan hingga menit-menit terakhir; Singapura hanya menang tiga kali dalam 11 laga internasional sepanjang dua tahun terakhir; dan juara bertahan Malaysia dicibir media sendiri karena tak meyakinkan saat beruji coba.

AFF Suzuki Cup, trofi paling bergengsi di Asia Tenggara

Setiap dua tahun sekali, sepakbola Asia Tenggara bergeliat. Gemuruh AFF Suzuki Cup bergema mulai dari sudut kota Yangon hingga Bangkok, Manila hingga Jakarta. Inilah pesta sepakbola terbesar di Asia Tenggara dwitahunan yang menjadi barometer utama perkembangan sepakbola di kawasan ini.

Gebrakan ini dimulai ketika 16 tahun lalu federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF) muncul dengan terobosan inovatif. AFF sepakat membentuk turnamen sendiri yang lepas dari pesta olahraga multicabang SEA Games. Alasannya, terbukti sepakbola selalu menjadi primadona tanpa cela di kawasan ASEAN. Ada pameo yang mengatakan "tidak lengkap menjuarai SEA Games tanpa memenangi medali emas sepakbola". Anggapan ini ditafsir dan diperluas dengan membentuk sebuah turnamen baru sebagai puncak piramida sepakbola Asia Tenggara. Belum lagi memperhitungkan animo mayoritas masyarakat Asia Tenggara yang menjadikan sepakbola sebagai olahraga nomor satu.

Dengan cepat pula sponsor menangkap keuntungan bisnis dari gagasan ini. Produsen minuman beralkohol asal Singapura, Tiger Beer, setuju menjadi penyokong utama sehingga untuk beberapa edisi turnamen dikenal dengan nama Tiger Cup. Untuk makin mendukung visi tentang kemajuan sepakbola kawasan, AFF sepakat hanya mengirimkan tim U-23 mengikuti cabang sepakbola SEA Games mulai 2001. Otomatis, Kejuaraan AFF sebagai ajang sepakbola tertinggi di Asia Tenggara. Cita-cita AFF bukan pula tanpa hambatan. Brunei Darussalam sempat menarik partisipasi akibat bertentangan prinsip dengan sponsor utama turnamen. Tiger Cup 1998 juga melahirkan momen paling kelam dalam sejarah sepakbola dunia ketika Thailand dan Indonesia menolak menang untuk menghindari tuan rumah Vietnam di semi-final dan diakhiri dengan gol bunuh diri Mursyid Effendi.

Thailand, juara edisi pertama dan tersukses bersama Singapura

Di atas podium, Thailand dan Singapura bergantian mendominasi enam edisi pertama turnamen. Masing-masing merebut tiga gelar juara. Pada dua edisi terakhir muncul juara baru, yaitu Vietnam dan Malaysia, yang berhasil menjadi pemuncak meski sempat terseok-seok di partai perdana. Prestasi terbaik Indonesia masih semata menjadi runner-up sebanyak empat kali. Tiga kali di antaranya bahkan terjadi berturut-turut, yaitu pada 2000, 2002 (saat menjadi tuan rumah), 2004, dan ditambah terakhir 2010.

Gebyar turnamen kian semarak seiring dengan perkembangan perekonomian Asia Tenggara. Setelah berlalunya krisis ekonomi akhir 1990-an, generasi kelas menengah mulai terbentuk. Puncaknya, dua tahun lalu, AFF dan PSSI berpesta pora ketika penonton berduyun-duyun memenuhi stadion Gelora Bung Karno Senayan menyaksikan kiprah apik Garuda sejak penyisihan grup hingga final. Saking menguntungkannya, sempat muncul selentingan Filipina sengaja melepas jatah menggelar laga semi-final pertama di kandang sendiri karena iming-iming guyuran fulus dari saku penonton Senayan. Ditutup dengan laga klasik antara Malaysia dan Indonesia di final, AFF Suzuki Cup 2010 dapat dibilang yang tersukses sepanjang sejarah turnamen.

"Ditutup dengan laga klasik antara Malaysia dan Indonesia di final, AFF Suzuki Cup 2010 dapat dibilang yang tersukses sepanjang sejarah turnamen"

Tapi, inilah sepakbola Asia Tenggara. Animo penonton berbanding lurus dengan prestasi tim. Jangan harap memperoleh dukungan jika tim Anda melempem. Indonesia jadi contoh paling jelas ketika jumlah penonton merosot drastis. Kapasitas stadion GBK Senayan tidak sampai terisi seperempatnya saat Indonesia beruji coba menghadapi Timor Leste dan Kamerun U-23 Plus pekan lalu. Bahkan sempat muncul pula pemandangan unik pada laga kualifikasi turnamen di Yangon, Oktober lalu. Kecewa dengan penampilan tim kesayangan yang lesu di laga pamungkas melawan Laos, suporter Myanmar berbalik mendukung tim lawan pada menit-menit akhir. Myanmar hanya perlu bermain imbang untuk melaju ke fase grup dan hasil 0-0 pun cukup bagi mereka guna mewujudkan misi tersebut.

Tidak semuanya buruk, Filipina berkembang menjadi antitesis. Seiring dengan keberhasilan menembus semi-final dua tahun lalu berkat program pencarian pemain-pemain keturunan, atau disebut "Fil-Fors", fans setia yang menyebut diri mereka "Kaholeros" dan "Ultras" mulai bermunculan seraya mencari identitas dalam mendukung setiap kali Azkals bertanding. Di atas lapangan, kehadiran para Fil-Fors menjadikan Filipina salah satu tim yang kini diwaspadai calon lawan. Padahal, sebelum 2010 Filipina kerap menjadi bulan-bulanan. Sepuluh tahun silam, Filipina mencetak rekor kekalahan terbesar dalam sejarah turnamen, yaitu ketika digilias Indonesia 13-1!
 
Apapun, show must go on. Turnamen jalan terus. Bangkok dan Kuala Lumpur akan menyedot perhatian para penggila sepakbola Asia Tenggara selama sepekan mulai Sabtu (24/11) lusa. Drama, yang hampir pasti terjadi setiap turnamen digelar, takkan terhindarkan. Di dalam maupun di luar lapangan.
Filipina, kuda hitam dan antitesis

Thailand menjadi favorit di Grup A, tetapi harus mewaspadai kebangkitan Vietnam, kuda hitam Filipina, serta kekuatan tersembunyi Myanmar. Grup ini diprediksi berjalan ketat karena dilihat dari materi pemain, keempatnya memainkan formasi striker tunggal. Thailand mengandalkan Teerasil Dangda yang sukses merebut sepatu emas liga musim ini; Vietnam masih mengedepankan Le Cong Vinh yang kian tak tergantikan karena Nguyen Viet Thang absen akibat cedera; Filipina mengandalkan permainan fisik dan serangan balik dengan Phil Younghusband atau Dennis Wolf sebagai tumpuan serangan; dan Myanmar menunggu seratus persen kebugaran striker veteran Yan Paing, yang sudah berpartisipasi sejak Tiger Cup 2002, untuk dijadikan andalan di depan gawang lawan.

Di Grup B, tuan rumah sekaligus juara bertahan Malaysia dikepung dua jiran, Singapura dan Indonesia. Tim terakhir yang dianggap sekadar melengkapi grup ini adalah Laos, yang lolos ke fase grup berkat "bantuan" Myanmar. Malaysia harus memulihkan kepercayaan diri tim karena serangkaian hasil buruk dalam uji coba; Singapura harus diwaspadai karena pelan-pelan mulai menemukan bentuk permainan terbaik; Indonesia, jujur saja, lebih banyak berkutat dengan masalah di luar lapangan; dan Laos mengutamakan para pemain muda untuk meraih pengalaman bertanding. Uniknya, jika Grup A diisi empat tim teratas Asia Tenggara dalam peringkat FIFA terbaru, Grup B terdiri dari empat tim terbawah.

Masih harus ditunggu apakah akan lahir juara baru di turnamen edisi kali ini. Tapi yang pasti, ditunjang dengan perkembangan ekonomi yang pesat, seperti ditunjukkan dengan munculnya banyak jalur penerbangan low cost carrier yang menghubungkan setiap pelosok kawasan ini, sesungguhnya sepakbola Asia Tenggara menuju perkembangan yang lebih baik. AFF Suzuki Cup 2012 seharusnya menjadi momentum untuk menatap lebih luas ke luar kotak, serta tidak melulu menonjolkan sikap chauvinistik. Tidak hanya berlaku bagi suporter maupun pengurus federasi masing-masing negara, tetapi juga bagi setiap insan sepakbola Asia Tenggara. Lebih banyak keuntungan yang bisa didapat dengan saling bekerja sama serta menjadikan turnamen sebagai tolok ukur utama kemajuan sepakbola kawasan ini.

Lionel Messi Tak Khawatirkan Ekstensi Kontrak

AbahVsan | 04.22 | 0 comments

Lionel Messi Spartak Moscow

Fokus Messi saat ini hanyalah tampil baik dan menambah koleksi gelar bersama Los Blaugrana.

Perpanjangan kontrak dengan Barcelona bukanlah hal utama yang ada di pikiran Lionel Messi saat ini.
Mengingat ikatan terkininya masih berlaku lama, sampai 2016, tak ada alasan bagi La Pulga untuk mencemaskan soal ekstensi kontrak di Camp Nou.
Yang menjadi fokusnya sekarang adalah tampil baik dan terus menambah koleksi gelar bersama Los Blaugrana.
“Saya tak khawatir soal kontrak saya, saya sudah mengulangi ini di beberapa kesempatan,” tegas bintang 25 tahun asal Argentina itu kepada Marca.
“Sasaran saya dengan klub sifatnya jangka panjang, untuk berkembang dan berusaha memenangi segala yang telah kami raih sebelumnya.”
Terus tampil gemilang di lapangan, Messi kembali menjadi salah satu favorit dalam anugerah FIFA Ballon d’Or tahun ini, namun ia mengaku lebih senang bila titel tersebut diraih rekan setimnya.
“Mereka bilang saya sangat kompetitif. Saya suka berlatih, saya suka bermain, dan saya suka meraih kemenangan.”
“Saya selalu seperti itu sejak anak-anak, tapi saya akan sangat senang bila salah satu rekan setim saya memenangi Ballon d’Or, mereka juga pantas mendapatkannya. Tanpa rekan-rekan setim saya tak mungkin meraih segala yang telah saya raih.”

La Liga Masih Balapan Dua Kuda Pacu

AbahVsan | 04.21 | 0 comments

Luis Aragones (fenerbahce.org)

"Gangguan" Atleti pada duopoli Barca dan Madrid tak akan berlangsung sampai akhir musim, demikian penilaian Luis Aragones.


Atletico Madrid sejauh ini sukses menganggu duopoli Barcelona dan Real Madrid di La Liga Spanyol.

Sampai jornada 12, skuat besutan Diego Simeone menghuni pos runner-up, defisit tiga angka dari El Barca di puncak dan surplus lima poin atas El Real di tempat ketiga.
Sebagai sosok yang dekat dengan Los Colchoneros, Luis Aragones berharap kiprah apik mereka akan berlangsung sampai akhir musim, namun ia pesimistis akan hal tersebut.
Menurut eks pelatih timnas Spanyol itu, cepat atau lambat Atletico bakal keteteran dan persaingan menuju tangga juara pada akhirnya akan tetap didominasi Barca dan Madrid.
 “Atletico mengejutkan saya dan saya akan senang bila mereka dapat mengubah La Liga menjadi balapan tiga kuda pacu. Tetapi, untuk saat ini liga tetaplah balapan dua kuda pacu,” tuturnya seperti dikutip AS.
Semasa bermain, pria yang kini berusia 74 tahun itu mengoleksi lebih dari 370 partai liga dengan Atleti dan sebagai entrenador ia sempat menukangi tim dalam empat periode berbeda.

Transfer Pemain November 2012

AbahVsan | 04.18 | 0 comments

Scout Manchester United Kembali Pantau James Rodriguez

AbahVsan | 04.16 | 0 comments

James Rodríguez, FC Porto

Kali ini Manchester United tidak sendirian, di belakang mereka, Barcelona, Everton dan Leicester, turut mengantre inginkan jasa James Rodriguez.

Manchester United dilaporkan terus melanjutkan pemantauannya terhadap bintang Porto James Rodriguez.

Tim Scout Setan Merah tampak menghadiri laga Liga Champions antara Porto kontra Dinamo Zagreb untuk kembali menyaksikan langsung aksi Rodriguez. Menurut A Bola, hal ini merupakan satu isyarat jika United memang serius ingin memboyong Rodriguez ke Old Trafford dalam waktu dekat ini. 

Selain United, tim pemandu bakat dari klub-klub Inggris lainnya seperti Everton dan Leicester, serta raksasa Spanyol, Barcelona, juga menghadiri pertandingan tersebut untuk menelaah lebih jauh permainan Rodriguez.
 
Support : Khiansantang | TipsTrikBlogger | Mas Template
Copyright © 2011. BALE-BALE PALUPUH - All Rights Reserved
Template Modify by Abahvsan
Proudly powered by Blogger